Back To Top

Jumat, 29 Juli 2016

Resonansi Finansial, Program Apa Pula Ini

Beberapa jam terakhir sedang sedang heboh berita mengenai isu resonansi finansial. Di grup-grup facebook, banyak bereliweran berita blog yang membahas resonansi finansial. Hal ini tidak terlepas dari reshuffle kabinet atau pergantian Mendikbud dari Anies Baswedan kepada Prof. Muhajir.



Gencar diberitakan bahwa Mendikbud yang baru akan menghapus sertifikasi guru mulai agustus 2016 dan menggantinya dengan program resonansi finansial. Berbagai macam pelatihan katanya akan dihapus karena hanya membebani anggaran negara.

Saya sendiri mencoba mencari tahu apa yang dimaksud resonansi finansial tersebut. Darimana sumber atau asal berita yang dimaksud. Usut punya usut berita mengenai "resonansi finansial" tersebut adalah berita palsu tidak berdasar, sumber tulisan dari blog yang tidak bisa dipercaya.

Adapun info valid yang bisa admin share sebagai kesan dan pesan Prof. Muhajir sebagai Mendikbud yang baru adalah

Guru adalah kunci kesuksesan pendidikan generasi penerus. Karena itu guru harus benar-benar cakap, kompeten dan profesional dalam melaksanakan tugas mendidiknya.

Untuk itu seharusnya *guru datang dari kelompok warga bangsa yang cerdas, punya idealisme, berpandangan luas, dan dedikasi yang tinggi.*

Pemerintah berkewajiban mengembangkan iklim kerja pendidik yang benar-benar kondusif dan inspiratif agar guru berkembang dan maju. *Selama ini guru -diperlakukan- sama saja dengan pegawai yang lain seperti pegawai administrasi pada umumnya. Lebih buruk lagi iklim kerja yang hanya mendisiplinkan guru dengan menakut-nakuti dengan sanksi-sanksi seperti pencabutan tunjangan pendidik, hambatan kenaikan pangkat dsb., tidak mendidik dan tidak mendorong guru untuk maju.* Iklim kerja seperti itu harus ditinggalkan karena hanya cocok untuk kuli tanam tebu jaman _kulturstelsel_ dan tidak mengundang putra-putra terbaik bangsa untuk menjadi guru.

Kesimpulannya adalah isu resonansi finansial adala berita palsu. Sekian dan terima kasih.
Beberapa jam terakhir sedang sedang heboh berita mengenai isu resonansi finansial. Di grup-grup facebook, banyak bereliweran berita blog yang membahas resonansi finansial. Hal ini tidak terlepas dari reshuffle kabinet atau pergantian Mendikbud dari Anies Baswedan kepada Prof. Muhajir.



Gencar diberitakan bahwa Mendikbud yang baru akan menghapus sertifikasi guru mulai agustus 2016 dan menggantinya dengan program resonansi finansial. Berbagai macam pelatihan katanya akan dihapus karena hanya membebani anggaran negara.

Saya sendiri mencoba mencari tahu apa yang dimaksud resonansi finansial tersebut. Darimana sumber atau asal berita yang dimaksud. Usut punya usut berita mengenai "resonansi finansial" tersebut adalah berita palsu tidak berdasar, sumber tulisan dari blog yang tidak bisa dipercaya.

Adapun info valid yang bisa admin share sebagai kesan dan pesan Prof. Muhajir sebagai Mendikbud yang baru adalah

Guru adalah kunci kesuksesan pendidikan generasi penerus. Karena itu guru harus benar-benar cakap, kompeten dan profesional dalam melaksanakan tugas mendidiknya.

Untuk itu seharusnya *guru datang dari kelompok warga bangsa yang cerdas, punya idealisme, berpandangan luas, dan dedikasi yang tinggi.*

Pemerintah berkewajiban mengembangkan iklim kerja pendidik yang benar-benar kondusif dan inspiratif agar guru berkembang dan maju. *Selama ini guru -diperlakukan- sama saja dengan pegawai yang lain seperti pegawai administrasi pada umumnya. Lebih buruk lagi iklim kerja yang hanya mendisiplinkan guru dengan menakut-nakuti dengan sanksi-sanksi seperti pencabutan tunjangan pendidik, hambatan kenaikan pangkat dsb., tidak mendidik dan tidak mendorong guru untuk maju.* Iklim kerja seperti itu harus ditinggalkan karena hanya cocok untuk kuli tanam tebu jaman _kulturstelsel_ dan tidak mengundang putra-putra terbaik bangsa untuk menjadi guru.

Kesimpulannya adalah isu resonansi finansial adala berita palsu. Sekian dan terima kasih.